SEJARAH SMP NEGERI 1 SRAGEN
Tujuan
Nasional Bangsa Indonesia yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Saat ini
tekad masyarakat Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaaan yang
didasarkan pada upaya melawan kebodohan semakin meningkat. Demikian
pula dengan daerah Sragen. Masyarakat Sragen juga tidak mau ketinggalan
untuk ikut mempertahankan Kemerdekaan dan ikut mencerdaskan bangsa
Indonesia. Pada tahun 1946 setahun setelah Bangsa Indonesia
dinyatakan merdeka, tepatnya pada tanggal 22 September 1946 Bapak Mangun
Nagoro Bupati KDH Sragen meresmikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang
diberi nama SMP Negeri 1 Sragen, berlokasi di Ex Europose Langer School
yang sekarang ditempati SMP Negeri 2 Sragen.
Sebelum
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan mengirimkan Kepala sekolah untuk
SMP Negeri 1 Sragen, panitia pendiri SMP Negeri 1 Sragen menunjuk Bapak
Sumarno Abdul Mufti sebagai YMT Kepala sekolah. Tidak begitu lama
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan Bapak Supoyo sebagai
Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Sragen yang pertama.
Awalnya
SMP Negeri 1 Sragen hanya memiliki 4 lokal dan semua digunakan sebagai
ruang kelas, sehingga Kantor Kepala Sekolah, Kantor Guru dan Kantor
Sekolah menjadi satu di rumah penjaga sekolah.
Setahun
setelah proses pembelajaran berlangsung di SMP Negeri 1 Sragen masalah
mulai muncul karena " Penerimaan Siswa Baru ". Dengan hanya 4 lokal
kelas tak mungkin akan bisa menerima siswa baru, saat itu pembangunan
lokal baru belum memungkinkan. Namun akhirnya permasalahan dapat
terselesaikan yaitu tukar Lokasi dengan SR Perempuan Christelecke Shcool
yang sekarang menjadi SMP Negeri 1 Sragen ini. Ini terjadi pada tahun
1947, pada masa itu pula terjadi pergantian Kepala Sekolah dari Bapak
Supoyo diganti Bapak Soepadi.
Pada
pertengahan tahun 1948 gedung SMP Negeri 1 Sragen ditunjuk sebagai
Asrama bagi pasukan yang hijrah dari pasukan Siliwangi (Jawa Barat).
Oleh karena itu sekolah di liburkan sampai ada keterngan lebih lanjut.
Sementara libur panjang, terjadi pergantian kepala sekolah dari Bapak
Soepadi kepada Bapak Soemantri.
Karena
berlangsung Perang kemerdekaan II SMP Negeri 1 Sragen menjadi buyar
Guru dan Murid berada di luar kota menjadi Pejuang Kemerdekaan dengan
cara bergerilya. Dalam situasi Perang Gerilya, Pejuang pendidikan tidak
menjadi lumpuh. Penyelenggaraan pendidikan SMP tetap berjalan.
Di Kecamatan Sukodono pendidikan SMP di bawah asuhan Bapak Gitoseputro,
Kecamatan Tanon dan Plupuh pendidikan SMP dibawah asuhan Bapak Soeradi
Harjopranoto.
Setelah
Perang Kemerdekaan berakhir, pada tahun 1949 pejuang pendidikan kembali
memasuki kota. Namun sayang gedung SMP Negeri 1 Sragen sudah porak
poranda, kemudian lokasi SMP Negeri 1 Sragen pindah kerumah Bapak
Prof.Sunawar Sukowati.SH . Karena gedung SD Kristen yang tidak begitu
rusak dan sudah dibenahi ala kadarnya, kemudian SMP Negeri 1 Sragen
pindah ke SD Kristen. Tahun 1950 lokasi SMP Negeri 1 Sragen pindah dari
SD Kristen ke gedung SMP Negeri 1 Sragen yang sekarang ini.
Dengan
berjalannya waktu jabatan Kepala Sekolah juga berpindah dari satu orang
ke orang berikutnya. SMP Negeri 1 Sragen memulai prestasinya sejak
tahun 1956 bahkan dikatakan orang senagai SMP Favorit.
Seiring
dengan berkembangnya zaman memasuki era glabalisasi SMP Negeri 1 Sragen
sampai detik ini banyak sekali kemajuan baik kualitas maupun
kuantitasnya. Ini terbukti lebih kurang 3 tahun terakhir SMP Negeri 1
Sragen kemajuan dibidang akademis banyak sekali memperoleh prestasi yang
dibuktikan dengan banyaknya tropi, piala - piala kejuaraan maupun
piagam.
Kemudian
kepercayaan dari Pemerintah muncul dengan pemberian SK Nomor :
1147A/C3/SK/2004 tanggal 5 Juli 2004 SMP Negeri 1 Sragen ditunjuk
sebagai Sekolah Standart Nasional ( SSN ). karena prestasinyapada tahun
2001/ 2002 SMP Negeri 1 Sragen ditunjuk oleh Kepala Daerah untuk membuka
Kelas Unggulan dan pada tahun 2008/2009 SMP Negeri 1 Sragen kembali
ditunjuk untuk membuka Kelas Akslerasi oleh Kepala Bidang Pendidikan.
Semoga dengan Visi dan Misi yang telah dicanangkan SMP Negeri 1 Sragen lebih maju seperti yang diharapkan.